5 Hal Pemicu Keguguran yang Harus Diwaspadai dari SehatQ.com

5 Hal Pemicu Keguguran yang Harus Diwaspadai dari SehatQ.com

Kehamilan merupakan proses penantian buah hati yang selalu ditunggu oleh setiap orang yang telah menikah. Namun, tahukah Anda bahwasanya bila proses ini tidak dijaga dengan baik dapat menyebabkan keguguran? Oleh karena itu simak informasi berikut terkait hal-hal yang harus diwaspadai saat mengandung buah hati.

1. Berat Badan

Pada umumnya, saat seorang wanita sedang hamil dapat mengalami kenaikan berat badan yang berbeda-beda. Hal ini juga tergantung dari indeks massa tubuh yang dimilikinya sebelum hamil. Namun, berat badan yang berlebih bahkan lebih dari indeks massa tubuh dapat menimbulkan gangguan atau komplikasi pada kehamilan. Oleh karena itu, peningkatan berat badan selama hamil perlu dijaga agar sesuai dengan indeks massa tubuh.

2. Faktor Usia Ibu Hamil

Faktor usia juga turut mempengaruhi terjadinya keguguran. Terutama wanita yang berusia di atas 35 tahun. Wanita yang berusia lebih dari 35 tahun ini memiliki risiko lebih tinggi bila daripada wanita yang berusia lebih muda atau di bawah 35 tahun.

Hal ini dikarenakan sel telur yang dihasilkan wanita berusia lebih dari 35 tahun kurang berkualitas daripada wanita yang masih lebih muda. Dengan demikian, risiko janin yang ada di kandungan untuk tumbuh dan berkembang kurang sempurna juga

3. Mengonsumsi Minuman Beralkohol

Semua minuman yang mengandung alkohol dapat mempengaruhi kesehatan janin yang ada dalam kandungan. Semakin banyak alkohol yang dikonsumsi, risiko terjadinya keguguran pun bisa semakin tinggi.

Hal ini dikarenakan alkohol yang masuk ke plasenta dan masuk ke dalam janin, organ hati janin tidak akan mampu memecah alkohol. Sedangkan organ hati janin masih dalam tahap perkembangan. Tentu hal ini dapat memicu janin gagal tumbuh bila kadar alkohol dalam tubuh janin terlalu tinggi.

4. Gangguan Plasenta

Pada kebanyakan kasus, gangguan pada plasenta kerap kali menjadi pemicu. Plasenta sendiri merupakan organ yang bertugas untuk menyuplai nutrisi dari ibu kepada janin. Apabila terjadi masalah pada organ yang dibentuk dari jaringan pembuluh darah ini, seperti plasenta previa atau plasenta yang menutupi jalan lahir, dapat menjadi pemicu janin gagal tumbuh.

Begitu juga dengan solusio plasenta yakni kondisi di mana plasenta terlepas sebelum waktunya untuk melahirkan. Apabila sudah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada plasenta, dapat menyebabkan perkembangan bayi menjadi melemah dan akhirnya meninggal di dalam kandungan.

5. Penyakit Tertentu

Ibu hamil yang mengidap penyakit tertentu dan kronis, dapat meningkatkan risiko janin gagal tumbuh. Misalnya saja penyakit darah tinggi. Darah tinggi atau hipertensi biasanya dapat mengakibatkan pasokan darah dan oksigen ke janin menjadi berkurang. Apalagi biasanya penyakit ini juga bisa menyebabkan timbulnya penyakit lain seperti diabetes. Tentu hal ini bisa mengganggu pertumbuhan janin dalam kandungan.

Oleh karena itu, wanita yang sedang hamil harus menjaga kesehatan dengan baik. Termasuk menjaga kesehatan daerah kewanitaan. Pasalnya, daerah kewanitaan juga rentan terpapar berbagai penyakit seperti fibroid rahim maupun serviks rahim. Termasuk gangguan berupa polikistik ovarium. Hal ini dikarenakan menurut data, sekitar 17 sampai 20 persen wanita hamil dapat mengalami masalah kehamilan pada sistem endokrin.

Bagi Anda yang ingin berkonsultasi dengan tenaga medis terkait hal ini, Anda bisa langsung menggunakan telemedik SehatQ. Pasalnya, di telemedik SehatQ Anda bisa berkonsultasi langsung melalui fitur chat dokter. Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan berbagai macamĀ  info penyakit yang dapat mengakibatkan janin tidak bisa tumbuh dengan baik di dalam kandungan.